Aktivitas & Stimulasi Aktivitas & Stimulasi

Cara Mengembangkan Kreativitas Anak lewat Dongeng

Morinaga ♦ 6 Oktober 2026
Cara Mengembangkan Kreativitas Anak lewat Dongeng

Cara mengembangkan kreativitas anak melalui dongeng interaktif adalah dengan mengajaknya ikut menentukan cerita. Bunda bisa berhenti di tengah kisah, lalu meminta si Kecil meneruskan alur atau mengubah akhirnya. Agar lebih menarik, gunakan boneka tangan atau benda di rumah sebagai tokoh cerita. Saat ikut bercerita, si Kecil mendapat kesempatan untuk membayangkan adegan dan mengungkapkan idenya. Bunda cukup mendengarkan serta menanggapi tanpa menuntut cerita yang sempurna. Momen sederhana ini juga menjadi kesempatan memberikan ATENSI penuh melalui kegiatan bersama.

Cara Membuat Dongeng Lebih Interaktif di Rumah

Bunda dapat membuat dongeng lebih interaktif melalui pertanyaan, benda sederhana, dan permainan ekspresi. Pilih satu atau dua cara yang paling menarik bagi si Kecil. Sesuaikan keterlibatannya dengan suasana hati agar kegiatan tetap menyenangkan.

Cara Contoh Penerapan
Berhenti di tengah cerita Saat tokoh menghadapi masalah, tanyakan, “Setelah ini bagaimana?” Jika si Kecil belum menjawab, tawarkan dua pilihan.
Gunakan benda sebagai tokoh Jadikan kaus kaki sebagai boneka, sendok kayu sebagai raja, atau bantal sebagai gunung. Biarkan si Kecil menentukan perannya.
Mainkan suara dan ekspresi Gunakan suara berat untuk raksasa dan suara kecil untuk tikus, lalu ajak si Kecil mencoba versinya sendiri.
Lanjutkan dengan menggambar Ajak si Kecil menggambar tokoh atau adegan favorit, kemudian gunakan gambarnya untuk membuka cerita berikutnya.

Selama mendongeng, hindari terlalu banyak pertanyaan hingga suasananya terasa seperti ujian. Beri waktu bagi si Kecil untuk menjawab atau sekadar mendengarkan. Jika ia mulai lelah, akhiri cerita dan lanjutkan pada kesempatan berikutnya.

Manfaat Dongeng Interaktif bagi Perkembangan Anak

Dongeng interaktif memberi si Kecil kesempatan untuk berbicara, berimajinasi, dan membahas perasaan tokoh. Bunda bisa melibatkannya melalui pertanyaan atau tebakan sederhana. Dari percakapan tersebut, beberapa kemampuan berikut dapat ikut terlibat:

  • Memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa: Menurut Whitehurst dkk. (1988), membaca buku bergambar dengan pertanyaan terbuka dan mengembangkan jawaban anak dapat mendukung kemampuan bahasa ekspresifnya.
  • Mengajak anak berimajinasi dan mencari solusi: Menebak kelanjutan cerita melibatkan kemampuan mengingat kejadian dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Memori kerja dan keluwesan berpikir tersebut merupakan bagian dari fungsi eksekutif (Diamond, 2013).
  • Mengenalkan perasaan melalui tokoh: Bunda dapat mengajak si Kecil membahas alasan tokoh merasa sedih atau takut. Mar (2011) menjelaskan bahwa pemahaman cerita melibatkan sebagian jaringan otak yang juga digunakan untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.

Agar tetap menyenangkan, ikuti alur cerita dan tanggapi jawaban si Kecil tanpa terburu-buru mengoreksinya. Beri ruang untuk bertanya atau menyampaikan ide yang berbeda. Dengan begitu, kegiatan membaca terasa seperti percakapan bersama Bunda.

Lengkapi Kegiatan Bercerita dengan NUTRISI Seimbang

Asupan NUTRISI yang cukup mendukung tumbuh kembang si Kecil, termasuk perkembangan otaknya. Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan adalah zat besi. Menurut Windiastuti (2013), zat besi berperan dalam perkembangan sistem saraf, sementara kekurangannya dapat memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku anak. Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, sajikan makanan beragam seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan, sayur, dan buah. Lengkapi dengan air putih serta jadwal makan yang teratur. Jika susu menjadi bagian dari menu, Morinaga Chil Kid Platinum untuk usia 1–3 tahun dapat menjadi pilihan pelengkap, dengan porsi makanan utama tetap terjaga.

Kenali Minat Si Kecil saat Bercerita

Cara Si Kecil mengikuti dongeng dapat memberi gambaran tentang kegiatan yang menarik baginya. Ada anak yang senang melanjutkan cerita, sementara yang lain lebih tertarik memainkan boneka atau menggambar tokohnya. Gardner (2011) dalam teori kecerdasan majemuk menjelaskan bahwa anak memiliki beragam kemampuan, termasuk bahasa, gerak tubuh, serta visual dan ruang. Pengamatan ini dapat menjadi dasar untuk menawarkan berbagai pilihan permainan tanpa melabeli kemampuan Si Kecil. Kesukaannya pun bisa berubah seiring bertambahnya pengalaman dan kesempatan untuk mencoba hal baru. Bunda dapat mencatat kegiatan yang paling sering menarik perhatiannya, lalu mengenalkan aktivitas lain secara bertahap.

Jika membutuhkan inspirasi kegiatan, Bunda bisa melihat ide bermain melalui Multiple Intelligence Play Plan (MIPP). Gunakan rekomendasinya sebagai referensi untuk mengeksplorasi aktivitas bersama Si Kecil, bukan sebagai penilaian akhir atas kecerdasannya. Padukan dengan pengamatan Bunda agar kegiatan yang dipilih tetap sesuai dengan ketertarikan dan perkembangannya.

Referensi

  • Whitehurst, G. J., Falco, F. L., Lonigan, C. J., Fischel, J. E., DeBaryshe, B. D., Valdez-Menchaca, M. C., & Caulfield, M. (1988). Accelerating language development through picture book reading. Developmental Psychology, 24(4), 552–559. https://doi.org/10.1037/0012-1649.24.4.552
  • Diamond, A. (2013). Executive functions. Annual Review of Psychology, 64, 135–168. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143750
  • Mar, R. A. (2011). The neural bases of social cognition and story comprehension. Annual Review of Psychology, 62, 103–134. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120709-145406
  • Windiastuti, E. (2013). Anemia defisiensi besi pada bayi dan anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak
  • Gardner, H. (2011). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.