Parenting Parenting

Cara Mengajarkan Anak Merapikan Mainan setelah Bermain

Morinaga ♦ 6 November 2026
Cara Mengajarkan Anak Merapikan Mainan setelah Bermain

Mengajarkan anak usia 1–3 tahun merapikan mainan setelah bermain dapat dimulai dengan memberi contoh langsung dan instruksi singkat. Sediakan wadah yang mudah dijangkau dengan label gambar, lalu ajak si Kecil membereskan mainan sambil bernyanyi atau bermain. Dampingi prosesnya agar ia memahami apa yang perlu dilakukan tanpa merasa tertekan.

Pada usia ini, anak masih belajar mengikuti arahan dan mengendalikan keinginannya untuk terus bermain. Bunda tidak perlu berharap si Kecil langsung mampu membereskan semuanya sendiri. Mulailah dari satu atau dua mainan, kemudian tambah keterlibatannya secara bertahap.

4 Cara Mengajarkan Anak Merapikan Mainan

Cara mengajarkan balita merapikan mainan sebaiknya konkret, singkat, dan dilakukan bersama. Si Kecil akan lebih mudah memahami tugas ketika melihat contoh dan mengetahui tempat penyimpanannya. Bunda bisa mencoba empat langkah berikut.

1. Beri Contoh dan Instruksi yang Jelas

Duduklah di dekat si Kecil, lalu tunjukkan cara mengambil dan menyimpan satu mainan. Gunakan kalimat seperti, “Yuk, masukkan bola ini ke keranjang,” sambil menunjuk wadahnya. Tunggu respons anak sebelum menambahkan instruksi lain.

  • Tunjukkan gerakan merapikan dengan perlahan agar mudah ditiru.
  • Berikan satu arahan setiap kali, bukan beberapa perintah sekaligus.
  • Bagi tugas dengan sederhana, misalnya Bunda menyimpan boneka dan si Kecil memasukkan balok.

2. Sediakan Wadah yang Mudah Dijangkau

Keranjang rendah atau kotak terbuka memudahkan anak mengambil dan mengembalikan mainan. Pilih wadah yang stabil, tidak bersudut tajam, dan tidak memiliki tutup berat yang bisa menjepit jari. Tempelkan gambar mainan di bagian depan agar si Kecil mengenali isinya tanpa perlu membaca.

  • Gunakan gambar bola untuk keranjang bola dan gambar mobil untuk kotak mobil-mobilan.
  • Letakkan wadah di tempat yang sama agar anak terbiasa.
  • Mulai dari sedikit kelompok mainan supaya kegiatan memilah tidak terlalu rumit.

3. Ajak Merapikan sambil Bermain

Lagu pendek atau permainan mencari benda dapat membuat kegiatan beres-beres lebih menarik. Misalnya, ajak si Kecil mencari semua balok merah, lalu memasukkannya ke kotak bersama. Ikuti kecepatannya agar kegiatan tetap menyenangkan.

  • Nyanyikan lagu yang sama setiap kali mulai merapikan.
  • Hitung bersama saat memasukkan beberapa mainan ke wadah.
  • Bergantian mengambil mainan agar si Kecil tetap terlibat.

Jika menggunakan lagu sebagai penanda waktu, hindari menjadikannya perlombaan yang harus dimenangkan. Bunda tetap dapat membantu ketika lagu selesai tetapi mainan belum semuanya tersimpan. Tujuannya membangun kebiasaan, bukan menuntut anak bekerja cepat.

4. Apresiasi Usaha secara Spesifik

Sebutkan tindakan yang sudah dilakukan anak agar ia memahami perilaku yang dihargai. Bunda bisa mengatakan, “Terima kasih sudah memasukkan mobil ke kotaknya.” Panduan American Academy of Pediatrics juga menganjurkan perhatian positif dan pujian yang menjelaskan perilaku anak secara jelas (AAP, n.d.).

  • Berikan senyuman atau tos jika si Kecil menyukainya.
  • Hargai keterlibatannya meskipun baru menyimpan satu mainan.
  • Hindari membandingkan hasilnya dengan saudara atau teman.

Biasakan Merapikan Mainan untuk Melatih Kemandirian Anak

Merapikan mainan dapat menjadi latihan sederhana untuk mengikuti arahan, menjaga fokus, dan bertanggung jawab. Menurut Center on the Developing Child at Harvard University (2022), kegiatan bermain membantu anak melatih ATENSI, ingatan kerja, dan pengendalian diri. Bunda dapat melanjutkan latihan tersebut saat beres-beres melalui kegiatan berikut:

Kemampuan yang Dilatih Contoh saat Merapikan Mainan
ATENSI dan fokus Memperhatikan satu mainan yang akan disimpan.
Mengingat instruksi Mengikuti arahan untuk menaruh bola di keranjang.
Mengelompokkan benda Memisahkan balok, mobil-mobilan, dan boneka.
Koordinasi gerak Mengambil dan meletakkan mainan dengan hati-hati.
Kemandirian dan tanggung jawab Ikut mengembalikan barang setelah digunakan.
Pengelolaan emosi Belajar berhenti bermain dengan pendampingan Bunda.

Agar menjadi kebiasaan, ajak si Kecil merapikan mainan sebelum kegiatan tertentu, seperti tidur siang atau makan malam. Berikan pengingat singkat, misalnya, “Setelah satu putaran lagi, kita simpan mobilnya.” Lalu, mulai beres-beres bersama agar ia memahami apa yang perlu dilakukan.

Jika si Kecil menolak, perhatikan apakah ia lelah, lapar, atau masih ingin bermain. Akui perasaannya, lalu tawarkan tugas kecil seperti memasukkan satu mainan ke kotak. Bunda boleh membantu lebih banyak sambil tetap menghargai usahanya tanpa menuntut hasil yang selalu rapi.

Rutinitas yang sesuai kebutuhan anak membantu kebiasaan ini lebih mudah dijalankan. Padukan waktu beres-beres dengan kegiatan bermain, makan, dan istirahat agar si Kecil terbiasa dengan urutannya. Untuk menyusunnya, Bunda bisa cek panduannya mengenai Cara Membuat Jadwal Harian Balita untuk Latihan Motorik dan Kognitif.

Referensi

  • Center on the Developing Child at Harvard University. (2022). Brain-building through play: Activities for infants, toddlers, and children. https://developingchild.harvard.edu/resources/handouts-tools/brainbuildingthroughplay/
  • ZERO TO THREE. (n.d.). Toddlers and self-control: A survival guide for parents. https://www.zerotothree.org/resource/toddlers-and-self-control-a-survival-guide-for-parents/
  • American Academy of Pediatrics. (n.d.). How to shape & manage your young child’s behavior. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/How-to-Shape-Manage-Young-Child-Behavior.aspx